KORANJURI.com - Minimnya Obat JKN Perlu Ditinjau Ulang KORANJURI.com - Minimnya Obat JKN Perlu Ditinjau Ulang

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4









Minimnya Obat JKN Perlu Ditinjau Ulang


4 Februari 2014 | Koranjuri.com


Minimnya Obat JKN Perlu Ditinjau Ulang
KORANJURI.COM Masuk bulan kedua layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan, namun Rumah Sakit masih merasakan kendala. Di RSUD Badung, penyediaan obat untuk pasien JKN masih jauh dari cukup. Dirut RSUD Badung dr. Agus Bintang Suryadhi, M.Kes mengatakan, beberapa tarif obat perlu ditinjau ulang oleh pemerintah.

Kita berharap rumah sakit jangan sampai menurunkan mutu pelayanan hanya gara-gara pembiayaan obat berkurang, jelas Agus Bintang Suryadhi.

Ia memberikan contoh, pasien stroke yang berobat dengan JKN hanya diberikan satu jenis obat. Padahal menurutnya, obat lain untuk mendukung kesembuhan pasien sangat dibutuhkan tapi tidak disediakan. Selain itu, jenis obat yang tersedia distandarkan atas rekomendasi dari Formularium Nasional (Fornas).

Kita dihadapkan pada pilihan yang sulit. Di satu sisi, kami ingin pasien sembuh tapi di sisi lain kami harus mengeluarkan cost diluar rekomendasi obat yang dikeluarkan Fornas. Tapi kami tetap komitmen dengan tanggungjawab moral sebagai seorang dokter, ungkap Agus Bintang.

Dari kendala yang ada, sejumlah dokter di rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Badung, Bali ini mengusulkan agar pembiayaan obat direvisi ulang. Biar bagaimanpun, hal itu dinilai cukup urgen agar tidak muncul pemahaman yang keliru dari masyarakat atas pelayanan rumah sakit.

Kami harap masyarakat jangan sampai terbebani dengan program layanan kesehatan yang sebenarnya cukup baik ini, harapnya

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Badung, dr. Made Nurija menyebutkan, selama pelaksanaan JKN hingga akhir Januari, RSUD Badung melayani 1.682 pasien JKN rawat jalan dan 103 pasien rawat inap.

Selama ini kami menggunakan tiga program layanan kesehatan, Jaminan Kesehatan Bali Mandara, Jaminan Kesehatan Krama Badung (JKKB) Manguwaras dan Jaminan Kesehatan Nasional, tambah Nurija.


way